RSS

Aspek Penggunaan Kata Mengikut Konteks

21 May

Pengkaji telah menjalankan kajian terhadap Subjek Kajian yakni Responden merupakan penutur natif dialek Jeli, Kelantan.

Pada tahap kajian yang terakhir ini, pengkaji memfokuskan kajian terhadap aspek penggunaan kata mengikut konteks yang dihasilkan oleh Responden.

Pendekatan yang digunakan oleh pengkaji adalah juga secara mikro, yakni pengkaji menemuduga Responden dengan beberapa soalan secara terarah yang membolehkan pengkaji mendapat respon daripada Responden untuk menyebut leksikal / kata pilihan pengkaji dalam gaya sebutan dialek Jeli yang dikuasainya.

Hasil dapatan daripada temuduga yang telah dijalankan, memperlihatkan penggunaan kata berdasarkan konteks formal dan tidak formal.

Sedikit maklumat tambahan bersifat Lingusitik berkaitan dengan bidang pragmatik ialah :

Leech (1983: 6 (dalam Gunarwan 2004: 2)) melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam linguistik yang mempunyai kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini ia sebut semantisisme, yaitu melihat pragmatik sebagai bagian dari semantik; pragmatisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik; dan komplementarisme, atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi.

Thomas (1995: 2) menyebut dua kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian, pertama, dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran (utterance interpretation). Selanjutnya Thomas (1995: 22), dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makna dalam interaksi (meaning in interaction).

Dalam kajian ini, pengkaji telah meneliti aspek penggunaan kata berdasarkan konteks dengan memfokuskan terhadap penggunaan kata ganti nama diri dan Penggunaan Kata Sapaan berdasarkan konteks formal dan tidak formal.

Berikut adalah Rakaman Audio Aspek Penggunaan Kata Mengikut Konteks:

https://soundcloud.com/wahidah-1/4-1

Berikut adalah Transkripsi Teks Dialek Jeli, Kelantan dan Bahasa Melayu Standard (BMS) sebagaimana dalam rajah berikut :

Transkripsi Dialek Jeli, Kelantan Transkripsi Bahasa Melayu Standard
Ambo kalu ngan saing-saing guno oghe,   ngan   mok ayoh pun oghe, mok dagho pun oghe , tapi   kalu ngan keadae formal guna sayo. ado gok guno kawe, demo gitu la. Tapi kalu fomal guna sayo, awok la. Saya kalau dengan kawan-kawan guna ‘orang’, dengan mak ayah pun ‘orang’, emak saudara pun ‘orang’, tapi kalau dengan keadaan formal guna ‘saya’. Ada juga guna saya dan awak.
Kalu ngan aing-saing sebut ‘hai’ jah, tapi kalu denge oghe pangkat besa ko bagi sale la slamat pete ko, slamat pagi ko, assalamualaikom ko gitu la. Saya kalau dengan kawan-kawan sebut “hai’ , tapi kalau dengan orang pangkat besar, bagi salam , selamat petang, selamat pagi, assalamualaikum, begitu la.
DAPATAN ANALISIS LINGUISTIK : PEMBENTUKAN AYATDalam usaha pengkaji memaparkan dapatan analisis, pengkaji tidak memaparkan Transkripsi Fonetik kerana kajian ini tidak ke arah kajian aspek sebutan yang memerlukan paparan Transkripsi Fonetik.

Berikut adalah hasil dapatan analisis data:

1) Penggunaan Kata ganti nama diri dalam konteks tidak formal dalam dialek Jeli, Kelantan cenderung menggunakan Kata Ganti Nama Diri Ketiga Jamak dan Kata Ganti Nama Diri Pertama dalam contoh 1 dan 2 :

Contoh 1 :  [Ambo kalu ngan saing-saing guno oghe,   ngan   mok ayoh pun oghe, mok dagho pun oghe]

Kata Ganti Nama Diri Ketiga Jamak :

DJK – ‘oghe’      BMS – ‘orang’

Contoh 2 : [ado gok guno kawe]

Kata Ganti Nama Diri Pertama :

DJK – ‘kawe’     BMS – ‘saya’

2)  Penggunaan Kata ganti nama diri dalam konteks formal dalam dialek Jeli, Kelantan cenderung menggunakan Kata Ganti Nama Diri Pertama dan Kedua dalam contoh 1 dan 2 :

Contoh 1 :  [tapi   kalu ngan keadae formal guna sayo]

Kata Ganti Nama Diri Pertama :

DJK – ‘sayo’      BMS – ‘saya’

Contoh 2 : [Tapi kalu fomal guna sayo, awok la].

Kata Ganti Nama Diri Kedua :

DJK – ‘awok’     BMS – ‘awak’

3)  Penggunaan Kata Sapaan dalam konteks formal dalam dialek Jeli, Kelantan dalam contoh 1:

Contoh 1 :  [tapi kalu denge oghe pangkat besa ko bagi sale la slamat pete ko, slamat pagi ko, assalamualaikom ko gitu la]

Kata Sapaan (memberi salam):

DJK – ‘slamat pete’ – BMS ‘selamat
petang’

4)  Penggunaan Kata Sapaan dalam konteks tidak formal dalam dialek Jeli, Kelantan dalam contoh 1:

Contoh 1 :  [Kalu ngan aing-saing sebut 'hai' jah]

Kata Sapaan (memberi salam):

DJK – ‘hai’  – BMS ‘hai’

 

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis data, didapati dalam dialek Jeli, Kelantan penggunaan Kata Ganti Nama Diri dan Kata Sapaan hamper sama bentuk linguistiknya dengan Bahasa Melayu Standard contohnya penggunaan bagi Kata Ganti Nama Diri Pertama ‘saya’ untuk formal dan tidak formal ‘ambo’. Perbezaan hanya lah dari segi sebutan kata dan bentuk sahaja, tapi masih sama dari aspek Kata Ganti Nama Diri. Sama dapatannya juga bagi penggunaan Kata Sapaan yang juga sama dengan Bahasa Melayu Standard.

About these ads
 

One response to “Aspek Penggunaan Kata Mengikut Konteks

  1. christine143

    May 27, 2013 at 11:31 pm

    Analisis yang menarik. Salah satu rujukan untuk saya memperbaiki hasil analisis saya. Thumbs Up!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: